
Jakarta, 19 September 2025 — Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menegaskan bahwa Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Indonesia siap memperkuat kolaborasi strategis dengan 23 negara anggota DMDI. Inisiatif ini mencakup sektor pendidikan, kesehatan, investasi, dan pariwisata sebagai langkah nyata mempererat hubungan antarnegara.
Konvensi DMDI ke-23 akan berlangsung di Jakarta pada 24–26 Oktober 2025. Menurut Sultan Najamudin, kolaborasi tersebut tidak berhenti pada kesepakatan diplomatik, melainkan akan diwujudkan melalui proyek konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Rencana kerjasama dan investasi dari 23 negara DMDI akan dibahas bersama peserta konvensi yang membidangi pendidikan, investasi, pariwisata, dan kesehatan,” tegas Sultan.
Fokus Kolaborasi Multi Sektor
Kerjasama DMDI melibatkan empat sektor prioritas yang saling mendukung. Melalui sinergi ini, setiap negara anggota diharapkan berperan aktif memperkuat jejaring Melayu-Islam global.
1. Pendidikan dan Pertukaran Budaya
Bidang pendidikan menjadi perhatian utama. Program pertukaran pelajar, pemberian beasiswa, serta kurikulum bersama akan meningkatkan kualitas SDM di kawasan Melayu-Islam. Selain itu, kegiatan budaya lintas negara akan memperkaya pemahaman generasi muda terhadap identitas bersama.
2. Kesehatan dan Penguatan Kapasitas
Sektor kesehatan juga mendapat perhatian besar. Negara anggota akan menjalankan riset bersama, pelatihan tenaga medis, dan penguatan sistem pelayanan publik. Dengan demikian, kolaborasi ini mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan di seluruh wilayah anggota.
3. Pariwisata dan Promosi Budaya
Dalam bidang pariwisata, DMDI berencana mengembangkan destinasi unggulan, menggelar festival budaya Melayu-Islam, dan melakukan promosi lintas negara. Upaya ini tidak hanya meningkatkan ekonomi kreatif, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarbangsa.
4. Investasi dan Sinergi Ekonomi
Di sektor ekonomi, negara anggota akan membangun joint venture, meningkatkan perdagangan lintas batas, dan menciptakan peluang bisnis baru. Kolaborasi ekonomi ini akan memperkuat daya saing regional serta memperluas kesempatan investasi.
Agenda Konvensi dan Dukungan Nasional
DMDI Indonesia akan menyambut 500 peserta dari 23 negara di Gedung Nusantara V, Senayan. Kegiatan konvensi mencakup malam keakraban serta doa bersama untuk perdamaian dunia.
Selain itu, dukungan politik turut menguatkan legitimasi acara ini. Ketua MPR RI Ahmad Muzani dijadwalkan hadir untuk menyampaikan pidato motivasi pada pembukaan konvensi.
Ketua Umum DMDI Indonesia Said Aldi Al Idrus menilai bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi DMDI untuk memperkuat hubungan antarbangsa Melayu dan komunitas Islam global.
“Pariwisata menjadi pengikat utama. Indonesia memiliki budaya kuat dan destinasi luar biasa yang mampu mempererat seluruh anggota DMDI,” ungkap Said Aldi.
Harapan dan Tantangan Bersama
Melalui kolaborasi lintas sektor, Indonesia menegaskan perannya sebagai jembatan budaya dan ekonomi dunia Melayu-Islam. Selain memperluas jaringan diplomasi, langkah ini juga memperkuat citra Indonesia di kancah global.
Perbedaan regulasi antarnegara, pendanaan bersama, serta kapasitas sumber daya menjadi hal penting untuk diselaraskan. Di sisi lain, konsistensi implementasi pasca konvensi juga menentukan keberhasilan jangka panjang.
Namun, semangat kolaboratif yang terbangun memberi optimisme besar. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif seluruh anggota, DMDI Indonesia siap membawa perubahan nyata bagi kemajuan kawasan Melayu-Islam dan dunia.
