
Jakarta — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan komitmennya memperkuat peran wirausaha muda di tingkat internasional. Ia akan menjadi pembicara utama dalam Konvensyen Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) ke-23 yang digelar di Jakarta.
Maman menyebut bahwa forum tersebut menjadi kesempatan penting bagi Indonesia untuk memperkenalkan potensi UMKM. Selain itu, kegiatan ini membuka peluang besar bagi pelaku usaha muda untuk memperluas jaringan ekonomi lintas negara.
Forum DMDI Jadi Momentum Kolaborasi Ekonomi Umat
Menurut Maman, DMDI bukan sekadar forum budaya, tetapi juga jembatan kolaborasi ekonomi antarnegara. Melalui forum ini, para pengusaha muda dapat saling belajar dan menciptakan kemitraan baru.
Ia menuturkan, Kementerian UMKM telah berdiskusi dengan DMDI Indonesia dan Pemuda Masjid Dunia. Pembahasan tersebut membahas rencana pembinaan dan akses pasar bagi wirausaha muda, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
“Visi wirausaha muda global harus didukung pembiayaan, pendampingan, dan akses ke pasar internasional,” ujar Maman dengan tegas.
Digitalisasi Jadi Motor Inovasi UMKM
Lebih lanjut, Maman menjelaskan bahwa digitalisasi UMKM menjadi kunci utama membangun ekonomi yang tangguh. Teknologi, menurutnya, membuka peluang besar bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi.
Selain itu, ia menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan agar UMKM mampu bersaing di tingkat global. Pemerintah juga terus mendorong pelatihan digital agar wirausaha muda siap menghadapi perubahan zaman.
“Transformasi digital tidak bisa ditunda. Anak muda harus berani beradaptasi agar bisa bersaing,” ujarnya menambahkan.
DMDI Indonesia Dukung Peran Wirausaha Muda

Ketua DMDI Indonesia menyambut positif kehadiran Menteri UMKM pada konvensyen tersebut. Menurutnya, partisipasi Maman akan menginspirasi generasi muda yang ingin mengembangkan usaha berbasis teknologi dan kreativitas.
Selain itu, kegiatan internasional ini akan menghadirkan delegasi dari berbagai negara. Melalui forum tersebut, peserta dapat bertukar ide, memperluas jejaring, dan menciptakan peluang bisnis baru.
DMDI Indonesia percaya, kolaborasi dengan pemerintah dapat mempercepat lahirnya generasi pengusaha yang produktif dan berdaya saing tinggi.
Indonesia Siap Jadi Pusat Wirausaha Muda Melayu-Islam
Menjelang penutupan, Maman menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia mampu menjadi pusat wirausaha muda Melayu-Islam. Dengan sinergi lintas negara, pelaku usaha muda dapat memperkuat ekonomi regional sekaligus memajukan bangsa.
Ia juga menekankan pentingnya semangat mandiri, kerja keras, dan inovasi berkelanjutan. “Saya yakin, generasi muda bisa membawa perubahan besar. Mereka akan menjadi tulang punggung ekonomi umat,” ujarnya.
Selain itu, ia berharap konvensyen ini menjadi awal terbentuknya jejaring wirausaha Melayu-Islam yang kuat dan inklusif.
Sinergi Global Menuju Ekonomi yang Maju
Konvensyen DMDI ke-23 menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam memperkuat jaringan ekonomi umat. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi pemuda, dan dunia usaha diyakini mampu membangun ekonomi yang adil dan berkelanjutan.
Melalui dukungan lintas sektor, wirausaha muda Indonesia akan semakin siap menghadapi persaingan global. Dengan semangat inovasi dan kerja sama, Indonesia siap memimpin gerakan wirausaha muda di dunia Melayu-Islam.
